Apakah POP itu ?
POP atau Post Office Protocol, sesuai dengan namanya merupakan
protokol yang digunakan untuk pengelolaan mail. POP yang sekarang lebih umum
dikenal dengan POP3 (POP - Version 3), dimaksudkan untuk mengizinkan client
untuk mengakses secara dinamis mail yang masih ada di POP3 server. POP3
menawarkan pada user untuk meninggalkan mail-nya di POP3 server, dan mengambil
mail-nya tersebut dari sejumlah sistem sebarang. Untuk mengambil mail dengan
menggunakan POP3 dari suatu client, banyak pilihan yang dapat digunakan seperti
Sun Microsystem Inc.’s Mailtool, QualComm Inc.’s Eudora, Netscape Comm. Corp.’s
Netscape Mail dan Microsoft Corp.’s Outlook Express.
POP3 tidak dimaksudkan
untuk menyediakan operasi manipulasi mail
yang ada di server secara luas. Pada POP3, mail diambil dari server dan
kemudian dihapus (bisa juga tidak dihapus). Segala sesuatu tentang protokol
POP3 ini dibahas dalam RFC (Request For Comment) 1725. Protokol yang lebih
tinggi dan lebih kompleks, yaitu IMAP4, dibahas dalam RFC 1730.
Mode POP3
Ada dua jenis mode pada POP3 yaitu mode offline dan mode inline.
Pada mode offline, POP3 mengambil dan kemudian menghapus mail yang tersimpan
dari server. POP3 bekerja dengan baik pada mode ini, karena terutama memang
didisain untuk berlaku sebagai sebuah sistem mail yang memiliki sifat
“store-and-forward”. Server, pada mode offline, berlaku seperti sebuah tempat
penampungan yang menyimpan mail sampai user memintanya.
Pada mode
inline, POP3 akan mengambil mail dari server tanpa menghapus mail yang sudah
diambil tersebut. Mode ini lebih disukai oleh user yang sering berpindah tempat
(nomadic user) karena memungkinkan mereka untuk melihat mail yang sama dari
tempat atau komputer yang berbeda. Akan tetapi untuk nomadic user yang selalu
bekerja dan bepergian dengan selalu membawa notebook, dan tetap menginginkan
agar mail miliknya yang ada di server tidak dihapus, tentu saja menginginkan
agar setiap kali mengambil mail tidak semua mail yang akan terambil, tapi hanya
mail yang belum pernah dia lihat saja yang akan diambil. Keinginan user seperti
ini dapat dipenuhi dengan menggunakan informasi pada client yang memungkinkan
untuk memberi tanda mail yang sudah pernah dilihat. Setiap client layanan POP3
yang mendukung mode inline akan menyimpan informasi ini dalam sebuah file. Pada
user yang menggunakan Netscape Mail, file yang menyimpan informasi ini adalah
file popstate.dat, yang biasanya terdapat di /Program
Files/Netscape/Users/Mail. File tersebut memberi tahu mail yang mana saja yang
sudah diambil sehingga tidak perlu diambil lagi. Jika file ini dihapus maka
tentu saja pada pengambilan mail berikutnya semua mail akan terambil.
Operasi Dasar POP3
Pada awalnya, server memulai layanan POP3 dengan mendengarkan
permintaan pada TCP port 110. Ketika sebuah client meminta layanan tersebut,
maka terjadilah hubungan TCP dengan server. Pada saat hubungan dimulai, POP3
server mengirim greeting (kata pembuka). Setelah itu client akan memberikan
command (perintah) ke server dan POP3 server akan memberikan response (jawaban)
sampai hubungan ditutup atau digagalkan. Perlu diingat bahwa user tidak
memasukkan perintah ini, tapi software dari client-lah yang mengirim perintah
ini ke server.
Perintah-perintah di POP3 terdiri dari sebuah keyword yang tidak
case sensitive (tidak mempersoalkan huruf kapital ataupun tidak), yang dapat
diikuti oleh satu atau lebih argument. Keyword dan argument masing-masing
dipisahkan oleh karakter SPACE (spasi). Keyword terdiri dari tiga atau empat
karakter, sedangkan tiap argument dapat mencapai 40 karakter. Jawaban di POP3
terdiri dari sebuah indikator status dan sebuah keyword yang dapat diikuti oleh
informasi tambahan. Ada dua indikator status : positif (”+OK”) dan negatif
(”-ERR”). Server harus memberikan jawaban +OK dan -ERR dalam huruf kapital.
Pada perintah tertentu, server akan memberikan jawaban yang terdiri dari
beberapa baris.
Sebuah sesi hubungan POP3 dibangun melalui tiga tahap, yaitu tahap
authorization, transaction dan update. Sekali hubungan TCP dimulai dan POP3
server telah mengirimkan greeting , maka sesi hubungan telah memasuki tahap
authorization. Pada tahap ini client mengirim nama dan password user ke server
untuk membuktian keaslian user tersebut agar dapat mengambil mail-nya. Ketika
client telah berhasil membuktikan identitas dirinya, server akan memperoleh
informasi yang berhubungan dengan mail yang dimiliki client tersebut, dan sesi
kini memasuki tahap transaction. Pada tahap inilah terjadi proses penerimaan
mail, penandaan mail untuk penghapusan, pembatalan penandaan untuk penghapusan,
penampilan statistik mail atau perincian identitas mail. Pada saat client telah
memberikan perintah quit untuk mengakhiri hubungan, maka sesi memasuki tahap
update. Pada tahap inilah server akan menjalankan semua perintah yang diperoleh
selama tahap transaction dan menutup sesi dan selanjutnya hubungan TCP ditutup.
Sebuah server harus menjawab perintah yang tidak dikenal, tidak
diimplementasi, atau tidak sesuai dengan sintaksis dengan indikator status
negatif. Server juga harus memberikan indikator status negatif, jika ada client
yang memberikan perintah tidak pada tahap yang seharusnya. Tidak ada metoda
umum yang dapat digunakan oleh client untuk membedakan antara server yang tidak
mengimplementasikan perintah tambahan dengan server yang tidak dapat atau tidak
bersedia memproses perintah tambahan tersebut.
Sebuah POP3 server mungkin memiliki autologout timer untuk client
yang sedang tidak aktif dalam rentang waktu tertentu. Timer seperti ini harus
paling sedikit memiliki rentang waktu 10 menit. Jika sebuah server menerima
sebarang perintah dari client didalam rentang waktu tersebut, maka hal ini
sudah cukup untuk me-reset autologout timer tersebut. Ketika waktu rentang
timer sudah habis, tanpa ada aktivitas dari client maka sesi hubungan tidak
memasuki tahap UPDATE. Server akan menutup hubungan TCP tanpa menghapus mail
atau mengirim jawaban ke client. Semua pesan yang
disampaikan selama sesi hubungan POP3 harus disesuaikan dengan standar format
dari Internet text messages. Internet text messages ini, secara terperinci
dibahas dalam RFC 822.
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
Merupakan salah satu protokol yang
umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik di Internet. Protokol ini
dipergunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke
server surat elektronik penerima.
Atau salah satu Protokol TCP / IP, yang menentukan distribusi mail di Internet
yang berbasis kode ASCII. Format mail dalam kode ASCII dipergunakan khusus
untuk dokumen mail yang berupa teks.
Protokol ini timbul karena desain sistem surat
elektronik yang mengharuskan adanya server surat elektronik yang menampung
sementara sampai surat elektronik diambil oleh penerima yang berhak.
Fungsi utama SMTP adalah menyampaikan E-Mail dari suatu host ke host lainnya
dalam jaringan. Protokol ini tidak memiliki kemampuan untuk melakukan
penyimpanan dan pengambilan E-Mail dari suatu mailbox. Service SMTP berjalan
pada protokol TCP port 25, yang merupakan port standar service SMTP. Karena
SMTP tidak memiliki kemampuan penyimpanan E-Mail dalam mailbox, maka diperlukan
protokol lain untuk menjalankan fungsi tersebut yaitu POP3 dan IMAP. Dari sisi
klien E-Mail, server SMTP merupakan sarana untuk melakukan outgoing connection
atau mengirimkan pesan. Sedangkan untuk incoming connection digunakan protokol
POP3.
SMTP bisa dianalogikan sebagai
kantor pos. Ketika kita mengirim sebuah e-mail, komputer kita akan mengarahkan
e-mail tersebut ke sebuah SMTP server, untuk diteruskan ke mail-server tujuan. Mail-server
tujuan ini bisa dianalogikan sebagai kotak pos di pagar depan rumah, atau kotak
PO BOX di kantor pos. Email-email yang terkirim akan menempati di tempat
tersebut hingga si pemiliknya mengambilnya. Urusan pengambilan e-mail tersebut
tergantung kapan di penerima memeriksa account e-mailnya.
SMTP adalah protokol yang cukup
sederhana, berbasis teks dimana protokol ini menyebutkan satu atau lebih
penerima email untuk kemudian diverifikasi. Jika penerima email valid, maka
email akan segera dikirim. SMTP menggunakan port 25 dan dapat dihubungi melalui
program telnet. Agar dapat menggunakan SMTP server lewat nama domain, maka
record DNS (Domain Name Server) pada bagian MX (Mail Exchange) digunakan.
Sendmail adalah Mail Transfer Agent pertama yang
mengimplementasikan port 25. Kemudian, pada tahun 2001, ada sedikitnya 50
program Mail Transfer Agent yang mengimplementasikan SMTP baik sebagai client
maupun sebagai server. Contoh Mail Transfer Agent yang populer adalah: Exim
(ditulis oleh Philip Hazel), IBM Postfix, Qmail (ditulis oleh D.J Bernstain),
dan Microsoft Exchange Server.
Karena protokol SMTP berawal dari
protokol yang benar-benar berbasis teks ASCII, maka SMTP tidak bekerja terlalu
baik dalam mengirimkan file-file binary. Standar untuk meng-encode file-file
biner agar dapat dikirimkan lewat SMTP dikembangkan dan menelurkan
standar-standar seperti MIME (Multipurposes Internet Mail Extensions). Saat
ini, hampir semua SMTP server mendukung 8BITMIME, yang dapat mengirimkan
file-file biner semudah mengirimkan file teks.
SMTP hanya protokol yang melakukan
“push”, artinya dia hanya bisa mengambil email dari client tetapi tidak bisa
melakukan “pull”, yaitu melayani pengambilan email di server oleh client.
Pengambilan pesan atau email tersebut dilakukan dengan menggunakan protokol
tersendiri yaitu protokol POP3 (Post Office Protokol) atau IMAP (Internet
Message Access Protocol).
Siapakah yang bertanggungjawab
atas terkirim/tidaknya email ?
Terkirim atau tidaknya e-mail, terlambat atau
tidak tibanya e-mail, tergantung kepada kehandalan SMTP yang digunakan.
Misalnya outgoing SMTP yang digunakan adalah: smtp.telkom.net , maka Telkom lah
yang bertanggungjawab atas terkirim atau tidaknya suatu e-mail. Terganggunya
jaringan antara komputer milik pelanggan dengan Telkom – atau antara Telkom
dengan mail-server yang dituju, dapat menyebabkan kegagalan pengiriman e-mail.
Apa penyebab utama keterlambatan
tibanya email ?
Terlambat atau tidak tibanya suatu e-mail,
tergantung kepada antrian pada SMTP yang digunakan dan mail-server yang dituju.
Misalnya outgoing SMTP yang digunakan adalah: smtp.telkom.net , maka tergantung
sepanjang apa antrian e-mail yang masuk ke jaringan telkom. Apabila e-mail
telah berhasil terkirim melalui SMTP Telkom, maka selanjutnya ketibaan e-mail
tersebut tergantung pada antrian mail-server penerima.
Cara Kerja SMTP
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) didefinisikan
dan digunakan dalam Internet untuk mengirimkan electonic mail (E-mail). Cara
kerja SMTP mirip yang dilakukan oleh FTP. SMTP menggunakan beberapa spool dan
queue. Pesan yang dikirim oleh SMTP akan dikirimkan dalam queue. SMTP akan
menghindari membalas pesan dari queue jika dihubungkan ke remote machine. Jika
pesan tidak dapat dibalas dengan waktu yang telah ditentukan maka pesan akan
dikembalikan ke pengirim atau dipindahkan. Interaksi antara message ke User
Agent dan ke Message Transfer Agent hingga diterima oleh Penerima.
SMTP bekerja berdasarkan
pengiriman end-to-end, dimana SMTP client (pengirim) akan menghubungi SMTP
server (penerima) untuk segera mengirimkan email. SMTP server melayani pengguna
melalui port 25. Dimana setiap pesan yang dikirimkan melaui SMTP harus memiliki
:
1.
Header atau amplop, yang dijabarkan pada RFC 822.
2.
Konten atau isi, yang berisi tentang isi dari surat yang akan
dikirimkan
Format mail
header :
Kata kunci
|
Nilai
|
To
|
Tujuan dari
email
|
Cc
|
Tujuan
kedua dari email (carbon copy)
|
From
|
Pengirim
email
|
Reply-to
|
Alamat
pengembalian email
|
Return-path
|
Alamat host
untuk pengembalian email
|
Subject
|
Subject tentang
email yang diisikan oleh pengguna
|
Bagian dari
mail header yang sering digunakan adalah : Mail Exchange
Pada saat
pengiriman diminta oleh user SMTP Pengirim melakukan koneksi 2 arah dengan SMTP
penerima. SMTP dapat berupa tujuan akhir atau penerus (mail gateway). SMTP
pengirim akan membangkitkan perintah untuk melakukan reply to pada SMTP
penerima.
I M A P
(Internet Message Access Protocol) adalah
protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. IMAP
memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan ia ambil, membuat folder
di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail yang
ada. Kemampuan ini jauh lebih baik dari pada POP (Post Office Protocol) yang
hanya memperbolehkan kita mengambil/ download semua pesan yang ada
tanpa kecuali.
Selain protocol-protokol SMTP serta POP3 dan
IMAP,
ada tiga elemen yang berperan penting dalam pengirirman email, yaitu :
Mail User Agent ( MUA ), Mail Transfer
Agent ( MTA ), dan Mail Delivery Agent ( MDA ). Berikut terminology dari ketiga
elemen di atas :
·
Mail User Agent ( MUA ) adalah aplikasi
pengiriman email yang berjalan pada komputer user. Aplikasi inilah yang
berinteraksi dengan user dan mengirimkan perintah user kepada mail server.
Contoh aplikasi email pada bagian ini adalah Microsoft outlock, Eudora, dan
lain-lain. Interaksi antara MUA dan mail server menggunakan protokol POP3 dan
SMTP. Kemudian sebuah mail server menjalankan Mail Transfer Agent ( MTA ),
fungsi dari aplikasi ini adalah untuk menerima pesan dari MUA dan
mengirimkannya ke tujuan mail server.
Selain itu MTA juga berperan sebagai inbox yang nantinya akan dikirim kepada
Mail Delivery Agent ( MDA ). Protocol yang digunakan aplikasi ini antar MTA
adalah SMTP. Untuk mencapai MTA yang dituju , MTA pengirim harus mengetahui IP
address dari MTA tujuan berdasarkan domainnya.
Berikut ini adalah perbedaan
protokol POP dan IMAP dari sisi operasional sehari-hari.
1.
Dari sisi
aplikasi.
Protokol pop3 pada umumnya
jalan di aplikasi email client seperti thunderbird, pegasus, microsoft outlook,
outlook express, eudora dan lain sebagainya, Sedangkan protokol imap menghandle
di webmail client yaitu aplikasi yang jalan berbasis web yang diakses dari
browser. Umumnya menggunakan webclient dari setiap server yang
digunakan.Misalnya ***@yahoo.com dapat diakses di http://yahoo.com/email.
2.
Dari sisi
pengambilan/penarikan email.
Pop3 mengambil email dari
server dengan satu kali koneksi. Artinya pada saat kita ingin membaca email maka
kita harus melakukan proses sinkronisasi di aplikasi e-mail client sehingga
semua email akan ditarik ke komputer local pada saat terjadi koneksi internet
keserver. Sedangkan imap mengambil email pada saat user membuka surat saat terjadi
koneksi internet keserver. Ibaratnya, pop3 itu adalah koneksi sekali dan imap
adalah berkali-kali.
3.
Dari sisi
pembacaan email
Inbox email yang menggunakan
protokol pop3 hanya dapat dibaca dikomputer lokal dimana sebelumnya telah
dilakukan proses sinkronisasi. Semua email yang ada di inbox dapat dibaca kapan
saja di inginkan tanpa harus ada koneksi internet keserver. Untuk protokol
imap, membaca email di inbox harus saat terjadi koneksi internet keserver.
Intinya inbox pop3 hanya dapat dibaca dikomputer lokal dan inbox imap dapat dibaca
dimana saja didunia ini dengan catatan komputer yang digunakan terdapat koneksi
internet keserver. Sederhananya pop3 memindahkan inbox ke komputer local
sedangkan imap meninggalkan inbox tetap diserver.
4.
Dari sisi
port yang digunakan
Protokol pop3 menggunakan
port 110 sedangkan protokol imap menggunakan protokol 143.
Ringkasan
perbedaan antara POP3 dengan IMAP
POP3
|
IMAP
|
|
Email dapat ditinggalkan di Server
|
Setting “leave message” harus diaktifkan
|
Otomatis
|
Email beserta attachment-nya langsung di
download ke local PC
|
Otomatis
|
Setting “Download all header and
attachment” harus diaktifkan
|
Folder yang dibuat di Outlook otomatis
muncul di Webmail dan sebaliknya
|
Tidak
|
Ya
|
Membaca email baru
|
Cepat
|
Ada delay sekitar 1-5 detik
|
Rule/Filter yang dibuat di Outlook
otomatis berlaku di Webmail
|
Tidak
|
Hanya rule dari Webmail yang berlaku
untuk Outlook
|
Email Backup
|
Backup email harus dilakukan manual
kecuali setting “leave message on server” diaktifkan
|
Backup email otomatis dilakukan di
server
|
Delete email
|
Email yang dihapus langsung masuk ke
“Deleted Folder”
|
Email yang dihapus akan ditandai berupa
garis coret pada header nya. Untuk menghapus secara permanent maka lakukan
“Purge Deleted Messages”
|


Tidak ada komentar:
Posting Komentar