.

WELCOME to Journey to The East Blog...!!!

Senin, 29 November 2010

Bonsai Indonesia

Pameran Bonsai tanggal 22 s/d 30 November 2010 di Lapangan Sangkareang Mataram.



































































thank to PPBI Mataram.

Jumat, 26 November 2010

Mengasah Ketajaman Mata Hati


"Katakanlah, 'Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah (argumentasi) yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik'". (QS Yusuf [12]: 108).

Ayat di atas merupakan ajakan untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan berbasis hujah, atau argumentasi. Sebuah ayat untuk menegaskan bahwa kehidupan keberagamaan seseorang harus dibangun berdasarkan argumentasi yang kuat, melalui ketajaman mata hati, atau basirah.

Semakin luas dan tajam basirah seseorang, semakin serius pula amaliah dan praktik keberagamaannya. Keikhlasan dan keistikamahan akan lahir dengan sendirinya. Dalam ayat di atas, Allah mendampingkan proses kewajiban dakwah dengan basirah sebagai sebuah kewajiban syari yang dituntut oleh Islam.

Ibnu Katsir mengidentifikasi basirah sebagai sebuah keyakinan yang berlandaskan argumentasi syari dan aqli yang kokoh, serta tidak taklid buta. Menurut Syaukani, basirah adalah pengetahuan yang mampu memilah yang hak dari yang batil, benar dari salah, dan begitu seterusnya.

Untuk mendapati ketajaman basirah, banyak amaliah yang harus dipenuhi.
Pertama, adanya sebuah kesadaran niat yang benar. Karena, niat yang salah akan turut mempengaruhi kinerja dan mengakibatkan kerja yang asal-asalan. Terlebih, ibadah dan amaliah ketaatan cenderung naik turun. Inilah rahasianya mengapa setiap amal dalam Islam harus didasari niat yang benar dan tulus karena Allah.

Kedua, untuk menajamkan basirah, mutlak seseorang harus tobat secara sungguh-sungguh. (QS At-Tahrim [66]: 8).

Ketiga, menyisihkan hasrat dunia dengan tak tebersit untuk menabung banyak dosa dan maksiat. (QS Al-Hujurat [49]: 11).

Keempat, serius menjaga amalan wajib dan menghidupkan yang sunah (QS Thoha [20]: 90).

Kelima, menghidupkan waktu terutama di malam hari dengan banyak berzikir dan bermuhasabah. Siang banyak berbuat kebajikan dan malam tidak dihabiskan dengan tidur. "Sesungguhnya, mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat dengan ihsan. Di dunia, mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan, selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar". (QS Adz-Dzariyat [51]: 16-18).

Hal lain adalah menumbuhkan rasa takut terhadap hisab akhirat. Selain itu, perlu melatih ketekunan, kesabaran, dan kokoh terhadap gempuran godaan. Dari titik inilah, seseorang secara perlahan akan memiliki ketajaman mata hati (basirah) sehingga amaliah dakwahnya akan senantiasa dinamis dan cerdas mencari kreativitas baru dalam berdakwah.

Contoh sosok yang memiliki basirah mengagumkan adalah Nabi Nuh AS. Di tengah penolakan kaumnya, ia tetap mencari terobosan baru dalam berdakwah. Ia tetap komit dan tegar, bahkan mencari alternatif sarana dakwah yang beragam sesuai dengan kondisi dan tuntutan kaumnya.

by Ustad Muhammad Arifin Ilham

Hanya Surga, Balasan Bagi Haji Mabrur


Rasulullah bersabda, "Barang siapa berhaji di Baitullah, kemudian dia tidak berkata-kata kotor atau berbuat dosa, ia kembali dari haji seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya." (HR Bukhari dari Abu Hurairah).

Rangkaian ibadah haji di Tanah Suci sudah usai. Para jamaah akan pulang dari Tanah Suci ke negara masing-masing dengan membawa label 'telah berhaji'. Kaum Muslim Indonesia biasanya mencantumkan label 'haji', yang disingkat dengan 'H' (bagi laki-laki), atau 'hajah', yang disingkat 'Hj' (bagi wanita), di depan namanya.

Sebuah bukti sekaligus kebanggaan dan rasa syukur bahwa ia telah menyempurnakan rukun Islam yang kelima. Bagi yang pertama kali berhaji tentu saja.

Secara formal, rangkaian-rangkaian ibadah haji mulai dari ihram sampai tahalul sudah sempurna dilakukan. Tapi, sesungguhnya ibadah haji tidak hanya pemenuhan formal saja. Pada hadis di atas, Rasulullah mengisyaratkan sisi informal haji yang juga harus dipenuhi, yakni larangan untuk tidak berkata-kata kotor atau berbuat dosa.

Sisi informal ini berlaku, atau hal yang mesti disertakan pada setiap rangkaian ibadah formal haji. Jika dua sisi ini dilakukan, seperti disebutkan oleh beliau, orang tersebut akan kembali tanpa dosa, seperti bayi baru terlahir. Itulah yang disebut dengan haji mabrur, yang balasannya adalah surga. "Haji mabrur itu tidak ada balasan lain, kecuali surga." (HR Nasai dari Abu Hurairah).

Tidak ada oleh-oleh yang paling berharga dari Tanah Suci, selain haji mabrur. Inilah aset yang akan ditukar dengan surga, sekaligus investasi paling berharga di akhirat. Dan, memang hanya surgalah yang disiapkan oleh Allah bagi orang-orang yang hajinya mabrur.

Sebagai sebuah aset, orang-orang yang hajinya mabrur berkewajiban untuk menjaganya baik-baik agar tidak kotor, apalagi sampai rusak. Tidak sedikit orang yang berhaji dan pulang membawa haji mabrur. Tapi setelah haji, ia kembali berkata-kata kotor dan berbuat dosa.

Label haji atau hajah yang disematkan di depan nama orang yang pulang dari haji sebenarnya adalah label pengingat bahwa ia sudah berhaji dan dituntut untuk menjaga kehajian atau kehajahannya sampai akhir hayat dengan menjaga lisan atau menjaga diri dari perbuatan dosa.

Secara formal, ibadah haji waktunya terbatas, bentuk-bentuk manasiknya juga sudah ditentukan. Tapi, secara informal, nilai-nilai ibadah haji akan terus menyertai orang yang berhaji, bahkan hingga ketika haji formal itu sudah usai.

Tidak ada haji di bulan selain Dzulhijah, tapi nilai-nilai yang terkandung di dalam seluruh rangkaian ibadah haji itu akan terus bersama orang yang telah berhaji, kapan pun dan di manapun. Orang yang telah berhaji dituntut untuk mengimplementasikan nilai-nilai itu sepanjang hayat. Wallahu a'lam.

Ref Republika

Rabu, 24 November 2010

Keluarga Teladan yang Dicintai Allah


Dua ibadah utama yang terjadi pada setiap bulan Dzulhijah-ibadah haji (QS Ali Imran [3]: 97) dan Idul Adha yang disertai penyembelihan hewan kurban pada 10-13 Dzulhijah (hari-hari tasyrik)-merupakan bentuk ketundukan kepada ketentuan Allah SWT dan rasul-Nya serta pengingat terhadap kisah keluarga Nabi Ibrahim AS.

Beliau dengan istrinya, Siti Hajar, dan anaknya (Ismail)-di samping istri yang kedua Siti Sarah dan anaknya Ishaq-adalah contoh keluarga yang berhasil membangun kehidupan atas dasar keyakinan kepada Allah SWT. Mereka juga dapat membangun idealisme dan cita-cita yang sangat tinggi disertai dengan pengorbanan yang tanpa mengenal pamrih, kecuali hanya mengharap ridha Allah SWT.

Pilar-pilar yang dibangun oleh keluarga teladan ini diungkapkan oleh Allah SWT secara perinci pada QS ash-Shaffat [37]: 99-112. Pertama, memiliki visi dan misi yang jelas, yaitu saling menjaga dan saling memelihara dalam ketaatan kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim sebagai sang ayah pergi berdakwah ke berbagai pelosok untuk menyebarkan risalah Allah SWT. Siti Hajar, sang istri, dengan ikhlas mendukung kegiatan ini sekaligus memberikan dorongan dan doa restunya agar perjalanan suaminya mendapatkan keberkahan Allah SWT.

Kedua, selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar mendapatkan anak dan keturunan yang saleh dan salehah sebagai pewaris dan penerus perjuangan orang tuanya. Tentu, mereka diharapkan juga mampu mendirikan shalat dengan sebaik-baiknya.

Ketiga, membangun keyakinan terhadap turunnya pertolongan Allah SWT yang dilandasi dengan kegigihan berusaha dan berikhtiar. Sebagai contoh, ketika mencari air untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang masih kecil (Ismail), Siti Hajar berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwah. Dengan izin-Nya, akhirnya keluarlah mata air yang tidak pernah diduga sebelumnya, yaitu air zamzam.

Keempat, membudayakan diskusi dan musyawarah antara sesama anggota keluarga sehingga timbul pemahaman dan pengertian yang baik. Sebagai contoh, ketika bermimpi untuk menyembelih anaknya (yang diyakininya sebagai perintah Allah SWT), Nabi Ibrahim dalam implementasinya tetap berdialog dan berkomunikasi dengan anaknya. Lalu, keduanya melaksanakan ketentuan Allah SWT ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Kelima, membangun semangat berkorban untuk menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT dan kecintaan kepada sesama manusia. Inilah beberapa pilar utama dalam membangun keluarga yang kuat yang telah dicontohkan oleh keluarga Nabi Ibrahim AS untuk dijadikan pelajaran dan suri teladan orang-orang yang beriman yang menginginkan keluarganya bahagia dan sejahtera atas dasar ketundukan dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS al-Mumtahanah [60]: 4, "Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia." Wallahu a'lam.

Ref Republika

Sabtu, 13 November 2010

MOBIL RI 1 1945-2009

MOBIL KENEGARAAN RI 1 1945-2009

Mobil kepresidenan adalah mobil yang digunakan oleh presiden atau pemimpin suatu negara.Pada umumnya sebuah mobil Presiden memiliki pelindung didalam body kendaraannya.Setiap Pemimpin Negara pada umumnya memiliki kendaraan dinas yang digunakan untuk keperluannya baik untuk kegiatan resmi, penyambutan tamu negara atau kegiatan-kegiatannya. Kendaraan yang digunakan umumnya memenuhi standar teknis seperti handal, tangguh, dan aman serta layak (dari segi kenyamanan) meski tingkatan yang dimilikinya berbeda satu-sama lain bergantung kemampuan suatu negara.

Kendaraan yang biasanya digunakan adalah tipe Mercedes Benz yang sudah dilengkapi standar teknis tambahan yang dibutuhkan seperti kaca anti peluru, sistem komunikasi dan lain-lain. Selain Mercedes Benz, seringkali menggunakan merek-merek lain yang digunakan dan umumnya merek yang digunakan dapat diproduksi di dalam negeri sendiri sekaligus memacu industri otomotif dalam negerinya seperti Volvo, Toyota, Jaguar, dan Lincoln, bahkan buatan lokal lain seperti Tata (India) dan Proton (Malaysia).

Dalam perjalanannya, mobil-mobil tersebut juga memiliki nilai dalam sejarah negara masing-masing. Seperti mobil Limousine bak terbuka yang ditumpangi John F. Kennedy saat ditembak Le Harvey Oswald yang menewaskannya.

Di Indonesia, mobil bernilai sejarah saat ini disimpan di Museum Gedung Joang 45 Menteng 31, Jakarta. Diantaranya adalah Mobil Buick-8 dan DeSoto.

Dan inilah gambar-gambar dan cerita dari masing-masing Mobil Kenegaraan yg sering disebut Mobil RI 1

BUICK 8



Mobil Buick-8, buatan Buick adalah Mobil Kepresidenan Republik Indonesia yang pertama digunakan pada masa setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Digunakan sebagai kendaraan Dinas Presiden RI pertama Soekarno terutama dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia antara 1945-1949.

Kisah mobil ini menjadi mobil kepresidenan cukup menarik. Mobil ini ditemukan pada tahun 1945 di belakang kantor Departemen Perhubungan Masa Pendudukan Jepang (Sekarang kantor Direktorat Jendral Perhubungan Laut, Jalan Merdeka Timur, Jakarta) oleh Sudiro, ketua Barisan Banteng. Ia sendiri paham bahwa mobil Buick-8 itu tidak hanya sembarang mobil, konon mobil itu adalah mobil terbagus di Jakarta saat itu. Tokoh pejuang Kemerdekaan Indonesia tersebut lantas mendekati sopirnya dan membujuknya pulang ke kampungnya di Kebumen, meminta kunci dan mempersembahkannya kepada Presiden Soekarno, sebagai kendaraan yang dirasa pantas untuk dinasnya sebagai Presiden dengan nomor polisi Rep-1.

Mobil ini, modelnya masih tampak berwibawa dan mengesankan meski berumur puluhan tahun. Ada selembar kaca yang memisahkan penumpangnya dengan pengemudi yang dapat dibuka dengan sebuah tuas yang diputar. Mobil ini adalah mobil type Limited-8, mobil utama Buick yang dikeluarkan pada 1939 dengan kapasitas 320 ci atau 5247 cc. Bukan Buick biasa yang dikeluarkan pada tahun 1931.

Selain Mobil Buick-8, Mobil dinas Presiden Soekarno antara lain Cadillac 75, Mercedes-Benz 600, GAZ 13 , Zil 111, Lincoln Cosmopolitan (limosin cabrio) dan Chrysler Imperial. Tipe Imperial 38 ini, bernomor polisi B 9105, yang juga digunakan presiden Soekarno, hadiah dari Raja Arab Saudi ini terdapa cacat di spatbor kiri mobil dan kaca belakangnya, yang dipertahankan sebagai bukti sejarah, ketika Presiden Soekarno menjemput anak-anaknya yang bersekolah di Perguruan Cikini, mobil ini selamat dari ledakan granat yang dikenal sebagai Peristiwa Cikini, dan salah seorang penumpangnya kemudian menjadi Presiden Indonesia, Megawati Soekarnoputri.




Mobil Buick 8 yg ditemukan di belakang gedung departemen perhubungan pada jaman jepang












DESOTO 1942



Mobil DeSoto keluaran 1942 ini digunakan wakil persiden RI, Mohammad Hatta. Berbeda dengan mobil Buick-8 yang merupakan hasil temuan di jalan, mobil ini hadiah dari pengusaha Djohan Djohor, pengusaha sukses di Jakarta masa itu dengan maksud untuk membantu memobilisasi perjuangan disamping menghindari perampasan dari pihak Pendudukan Jepang di Indonesia. Mobil inilah yang digunakan Mohammad Hatta dalam melaksanakan jabatannya sebagai Wakil Presiden baik di Jakarta maupun Yogyakarta. Mobil ini sempat berpindah tangan dan oleh pemiliknya digunakan sebagai angkutan umum (oplet). Namun kemudian dibeli kembali oleh Mohammad Hatta dan direstorasi kembali dengan bantuan pengusaha Hasyim Ning. Itulah sebabnya mobil yang bernomor polisi Rep-2 ini, yang sudah menggunakan transmisi otomatis kondisinya tidak sebaik Buick-8 Rep-1 itu. Pada mobil ini, seperti buick-8, terdapat sekat kaca yang memisahkan supir dengan para penumpangnya. Berbeda dengan Buick-8 yang masih bisa digunakan, mobil DeSoto ini sudah tidak bisa digunakan lagi.


MERCEDES BENZ S600



Mercedes Benz S600 merupakan mobil kenegaraan yg paling lama dipakai karena mobil ini dipakai oleh Soeharto, Habibie , Gus Dur, Megawati dan Susilo Bambang Yudoyono, akan tetapi mobil ini tidak dipakai lagi sejak akhir 2008 dan disimpan sebagai cadangan. Mercedes Benz yg dipakai Soeharto ada 2 versi yaitu versi tahun 1975 dan tahun 1994.











MERCEDES BENZ S600 2008



Mobil inilah yg sekarang dipakai oleh RI 1 yaitu Susilo Bambang Yudoyono. Penggantian mobil dari Mercedes Benz S600 1994 menjadi Mercedes Benz s600 2008 karena alasan keamanan dan faktor usia mobil yg sudah tua, maka mulai awal 2009 Mercedes Benz S600 2008 yg dipakai sebagai Mobil kenegaraan. Mobil ini telh dilengkapi dengan body dan kaca anti peluru dan sistem keamanan standar lainnya.






MERCEDES BENZ S600 PULMAN LIMOUSINE 2009



Mobil ini rencananya akan menggantikan Mercedes Benz S600 2008 yg sekarang dipakai. Mobil ini rencananya akan dipakai selama masa pemerintahan SBY 2009-2014. Mobil ini konon di adopsi dari mobil Presiden Amerika Serikat dan konono Mobil ini telah dimodifikasi serupa dengan mobil Presiden Amerika Serikat yg sekarang yaitu Cadillack DTS Limousine 2009.



Ref PO Zone

Jumat, 12 November 2010

Hidup-Matinya Sebuah Rezim


Kelahiran dan kematian tak hanya dialami oleh perorangan, tetapi juga oleh sebuah rezim, umat, bangsa, atau komunitas masyarakat lainnya. Allah SWT berfirman, "...setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila telah datang ajal, mereka tak dapat mengundurkannya sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya)." (QS Yunus [10]: 49).

Panjang pendeknya umur suatu rezim, menurut Ibnu Khaldun, bergantung pada empat generasi, yaitu generasi perintis, generasi pembangun, generasi penikmat, dan generasi penghancur. Siklus sebuah rezim banyak ditentukan oleh generasi penikmat.

Jika generasi ini mampu memelihara sendi-sendi ideal rezimnya, rezim tersebut akan mampu bertahan dan berumur panjang. Sebaliknya, jika sendi-sendi itu tidak lagi diindahkan, lahirlah generasi penghancur yang akan mengakhiri kejayaan rezim tersebut.

Panjang pendeknya umur sebuah rezim ditentukan seberapa besar rezim tersebut mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Allah SWT. "Sesungguhnya, jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian. Dan, jika kalian mengingkarinya, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim [14]: 7).

Rezim yang tidak pandai bersyukur ialah mereka yang mengingkari karunia yang telah Allah anugerahkan kepada mereka. Rezim seperti itu dalam Alquran diancam dengan tegas, "...dan jika kalian mengingkarinya, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim [14]: 7).

Rezim yang kufur nikmat banyak dicontohkan kisah-kisah umat terdahulu yang tercantum dalam kitab suci Alquran. Rezim yang hancur karena kufur itu antara lain hancurnya umat Nabi Luth karena gempa bumi, umat Nabi Nuh yang punah dengan banjir Tsunami, umat Nabi Saleh dengan penularan virus binatang kepada manusia, dan penderitaan sejumlah kaum durhaka karena paceklik dan kekeringan yang berkepanjangan.

Azab Tuhan juga bisa muncul dalam bentuk merebaknya rasa takut dan cemas karena tumbuh suburnya tingkat kriminalitas, penyebaran wabah penyakit menular, atau peperangan antarkaum yang mengorbankan orang-orang yang tak berdosa.

Kufur nikmat bisa pula muncul dari pemimpin rezim atau rakyat. Jika pemimpin tidak lagi mengindahkan hak dan kewajibannya terhadap rakyat, pemerintahan akan dijalankan secara zalim dan otoriter; sementara rakyat tidak henti-hentinya mengintip kesalahan pemimpin, lalu mendramatisirnya sedemikian rupa sehingga terjadi chaos dan anarkisme. Ini semua adalah contoh kufur nikmat.

Semua pihak harus mengintrospeksi diri, apa sesungguhnya yang dicari dalam kehidupan ini. Masyarakat tidak mungkin memaksa pemimpinnya menjadi malaikat tanpa kekhilafan. Sebaliknya, pemimpin juga tidak bisa mengharapkan 'bangsa Tuhan' yang berpenduduk laiknya malaikat. Ingat firman Allah, "...tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan." (QS Yunus [12]: 32).

Oleh Prof Nasaruddin Umar
Ref Republika

Kamis, 11 November 2010

Kumpulan Judul Tugas Akhir/Skripsi Teknik Informatika




Mencari judul tugas akhir atau skripsi itu memang gampang-gampang susah. Jangankan mencari judul, menetapkan temanya saja kadang kala kita bingung. Padahal dengan kita kuliah 7 semester (biasanya TA di semester delapan) kita seharusnya gak perlu bingung lagi mencari-cari judul. Masa sih selama 7 semester tersebut tidak ada bahasan / materi kuliah yang nyangkut sama sekali ?

Okay, sebagai referensi untuk menetapkan topik tugas akhir yang akan anda ambil, berikut saya tuliskan beberapa daftar judul tugas akhir teman-teman kita dari ITB. Mudah-mudahan bisa menjadi bayangan topik apa yang akan anda ambil nanti.

1. Pembangunan Aplikasi Penyembunyian Pesan yang Terenkripsi dengan Metode MARS pada Citra dengan Metode Zhang LSB Image(Ferry Pangaribuan)

2. Implementasi Sistem Enkripsi Pengirim Pesan Instan Java dengan Algoritma Blowfish(Mohammad Gilang Kautzar HW)

3. Perancangan dan Implementasi Protokol SMS-Banking(Herdyanto Soeryowardhana)

4. Studi dan Implementasi Model Job-Shop Penjadwalan Ulang Perjalanan Kereta Api dengan Metode Reschedulling Pattern (Irfan Hanif)

5. Studi dan Implementasi Enkripsi Pengiriman Pesan Suara dengan Algoritma Serpent(Anggi Alisa Putri)

6. Pembangunan Add-on pada Mozilla Thunderbird untuk Enkripsi Surat Elektronik dengan Corrected Block Tiny Encryption Algorithm(Ricky Gilbert Fernando)

7. Penyembunyian Pesan pada Citra Terkompresi JPEG Menggunakan Metode Spread Spectrum (Winda Winanti)

8. Penyembunyian Pesan pada Citra GIF Menggunakan Metode Adaptif (Prasetyo Andy Wicaksono)

9. Klasifikasi Musik Digital Berdasarkan Genre dengan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (Kukuh Nasrul Wicaksono)

10. Studi dan Implementasi Non-Blind Watermarking dengan Metode Spread Spectrum (Bayu Adi Persada)

11. Pengamanan Situs dengan Enkripsi Head dan Body HTML Mengunakan Algoritma RC4 (Yudi Harobowo)

12. Pengamanan Tranmisi Hasil dan Query Basis Data dengan Algoritma Kriptografi RC4 (Mohamad Firda Fauzan)

13. Implementasi Algoritma RC6 untuk Enkripsi SMS pada Telepon Seluler (Rangga Wisnu Adi Permana)

14. Studi dan Implementasi Algoritma Optimasi Pemotongan Bar Steel (Odit Ekwardo)

15. Studi dan Implementasi Kriptografi Kunci Publik untuk Otentikasi Perangkat dan Pengguna pada Bluetooth(Made Harta Dwijaksara)

16. Studi dan Implementasi Steganografi pada Video Digital di Mobile Phone dengan DCT Modification (Paul Gunawan Hariyanto)

17. Program Steganalisis Metode LSB paad Citra dengan Enhanced LSB, Uji Chi-Square, dan RS-Analysys(Yulie Anneria Sinaga)

18. Implementasi Steganografi dengan Metode Bit-Plaane Complexity Segmentation (BPCS) untuk Dokumen Citra Terkompresi (Arya Widyanarko)

19. Optimasi Penempatan Pola Poligon Konveks Menggunakan Algoritma Genetik (Hadi Saloko)

20. Perbandingan Metode Ranked Positional Weight dan Kirbridge Wester pada Permasalahan Keseimbangan Lini Lintasan Produksi Berbasis Single Model (Dyah Saptanti Perwitasari)

21. Studi dan Implementasi Kolisi pada Fungsi Hash MD5 (Ade Gunawan)

22. Studi dan Implementasi Steganografi pada MP3 dengan Teknik Spread Spectrum (Tara Baskara)

23. Teknik Konversi Berbagai Jenis Arsip ke dalam Bentuk Teks Terenkripsi (Dadan Ramdan Mangunpraja)

24. Implementasi Algoritma Kunci Publik Kriptografi Kurva Eliptik pada Aplikasi E-mail Mozila Thunderbird (Ibnul Qoyyim)

25. Studi Penggunaan Data EXIF untuk Mengukur Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Kinerja Image Search Engine(Nugroho Herucahyono)

26. Program Konversi Berkas Not Angka ke Format Musik MIDI (Selvira Afifa)

27. Pembangunan Perangkat Lunak untuk Security pada Contactless Samart Card dengan Algoritma RC4 (Stefanus Astrianto)

28. Study, Analysis, Impelmentation and Comparison between JPEG and JPEG2000 (Thazin Aungsoe)

29. Pembandungan Add-in Simulasi Oprasi Konstruksi Berulang dengan Teknik Pemodelan Cyclone pada Microsoft Excel (Muhammad Ihsan)

30. Pembangunan Perangkat Lunak Steganografi Audio MP3 dengan Teknik Parity Coding pada Perangkat Mobile Phone(Herianto)

31. Kriptografi Audio dengan Teknik Interferensi Data Non Biner (Muhamad Fajrin Rasyid)

32. Perangkat Lunak Enkripsi Video MPEG-1 dengan Modifikasi Video Encryption Algorithm (VEA) (Tessa Ramsky)

33. Enkripsi Video Selektif Video MPEG dengan Algoritma Serpent (Arief Pratama)

34. Perancangan dan Implementasi Modifikasi VEA (Video Encryption Algorithm) untuk Video Streaming (Dian Intania Savitri)

35. Implementasi Tanda-tangan Digital dengan Menggunakan Algoritma RSA pada Aplikasi World Wide Web Berbasis AJAX (Anna Maria)

36. Studi dan Implementasi Enkripsi Pengiriman Pesan Suara Menggunakan Algoritma Twofish (Ratih)

37. Penerapan Tanda-Tangan Digital untuk Otentikasi SMS-Banking (Budiono)

38. Kriptografi Visual pada Citra Biner dan Berwarna Serta Pengembangannya dengan Steganografi dan Fungsi XOR (Muhammad Arif Romdhoni)

39. Implementasi Disk Encryption Menggunakan Algoritma Rijndael (Elfira Yolanda)

40. Implementasi Model Penjadwalan Job-Shop dalam Masalah Penjadwan Kereta Api Jalur Tunggal dengan Pendekatan Constraint Programming (Fajar Yuliawan)

41. Watermarking pada Citra Digital Menggunakan Discrete Wavelet Transform (Dean Fathony Alfatwa)

42. Pembangunan Prototipe Compiler Bahasa Groovy untuk Platform .NET dengan Memanfaatkan Library Microsoft DLR (Yogie Adrisatria)

43. Studi dan Implementasi Linear Cryptonalysis pada Algoritma FEAL (Masagus Krisna Ia)

44. Studi Perbandingan dan Implementasi Algoritma BFS dan DFS pada Mesin Penjelajah Dokumen di Direktori Microsoft Windows (Nurshanti)

45. Studi dan Implementasi Kompresi Berkas Audio Memanfaatkan Metode Linear Prediction (Aulia Hakim)

46. Studi dan Implementasi Metode Otentikasi Berbasis Relasi Pada Citra JPEG Lossy Compression (Satrio Ajie Wijaya)

47. Studi dan Implementasi Steganografi pada Video Berformat Matroska Menggunakan Metode Discrete Wavelet Transform (Muchamad Surya Prasetyo)

48. Studi dan Implementasi Pengenalan Sidik Jari dengan Menggunakan Algoritma Pencocokan String Boyer-Moore (Amir Muntaha)

49. Pembangkit Teka-Teki Silang dengan Algoritma Backtracking (Hafni Syaeful Sulun)

50. Studi dan Implementasi Algoritam Steganografi F5 untuk Penyembunyian Pesan di dalam File Citra JPEG (Hadyan Ghaziani Fadli)


Catatan : Judul-judul diatas hanya sebagai referensi, tidak untuk dipersalahgunakan. Jika ada pihak yang merasa dirugikan karena tulisan saya ini, silahkan hubungi saya.



Referensi :

http://www.informatika.org/~rinaldi/ta.htm

Rabu, 10 November 2010

Mekkah Pusat Waktu Global


Kota Makkah kini memiliki sebuah jam raksasa kini diletakkan di tembok sebuah gedung pencakar langit Makkah yang diharapkan akan menjadi pengganti GMT khususnya bagi satu setengah miliar umat Muslim di seluruh dunia.

Keinginan untuk menjadikan Makkah sebagai pusat rujukan jam dunia telah dibahas tahun 2008 di Doha. Saat itu para tokoh dan cendekiawan Islam berdiskusi, dan tiba pada suatu kesimpulan bahwa Makkah merupakan titik zona nol magnet bumi, sebab posisi kota itu sejajar dengan magnet bumi utara. Dengan posisi seperti itu sesungguhnya Makkah merupakan garis waktu global dunia yang sebenarnya, bukan GMT.

Dengan argumen seperti itu, para tokoh dunia Islam berharap jam raksasa di Makkah itu nantinya tidak hanya menjadi rujukan umat Muslim sedunia saja, tetapi lebih dari itu, yakni menjadi rujukan dunia secara umum, menggantikan GMT yang sudah dipergunakan selama 125 tahun. Atau setidaknya, ada acuan lain di luar GMT yang selama ini memonopoli rujukan waktu dunia, termasuk di negara-negara Islam.

Cita-cita menjadikan jam gadang Makkah sebagai rujukan dunia kini secara fisik telah terwujud dengan hampir selesainya pembangunan kompleks menara jam di Abraj Al Bait, Makkah. Sebuah menara setinggi 590 meter berdiri tegak di sana dengan jam berdiameter 45 meter, lebih besar dari Big Ben di London, Inggris yang tingginya 94,8 meter dengan diameter jam 6,9 meter.

Jam raksasa berbentuk bulat dengan dasar warna hijau serta angka romawi penanda waktu itu tampak indah dari kejauhan. Hiasan kaligrafi bertuliskan `Allah` yang berada tepat di tengah-tengah diameter jam menjadi ciri khas jam tersebut sebagai jam umat Muslim.

Bagi jemaah haji yang saat ini sudah berkumpul di Makkah, jam gadang yang telah dioperasikan sejak 12 Agustus 2010, bukan hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga sebagai patokan letak Masjidil Haram, sebab menara jam tersebut berada hanya selemparan batu dari pelataran masjid.

Sosok menara jam tampil dominan, sebab menara di sisinya tingginya hanya setengah dari tinggi menara jam. Gedung-gedung pencakar langit lainnya yang berada di sekitar Masjidil Haram juga hanya setinggi enam menara itu, termasuk bangunan tempat tinggal raja.

Dengan posisi seperti itu, menara jam Makkah menjadi bangunan tertinggi di Arab Saudi, dan nomor dua di dunia. Ketinggiannya hanya kalah dari menara Burj Khalifa (828 meter) di Dubai.

Bila malam menjelang, jam raksasa seharga tiga juta dolar AS itu disinari 21.000 lampu bewarna putih dan hijau. Lampu akan berkedap kedip sebagai petanda waktu shalat telah datang. Istimewanya lagi, lampu dan sinarnya itu sudah dapat dilihat dari jarak 29 kilometer, merupakan titik check-point pemeriksaan kendaraan dan penumpangnya saat memasuki kota suci Makkah dari Jeddah. Kini, bangunan setinggi hampir 2.000 kaki ini merupakan bangunan tertinggi di Mekkah.

Jam empat sisi dengan diameter 151 kaki ini total diterangi lampu LED 2 juta bersama dengan besar huruf Arab bertulis "Dengan nama Allah". Jam akan menjadi rujukan baru yang disebut Arabia Standard Time (AST), tiga jam lebih cepat dari GMT.

Selama 125 tahun terakhir, masyarakat internasional telah menerima bahwa awal setiap hari harus diukur dari meridian utama, yang mewakili bujur 0 derajat, yang melewati Greenwich Observatory. Sebuah waktu standar yang ditetapkan, namun sudah lama dunia -- terutama negara-negara terjajah di masa lampau -- beranggapan pedoman waktu GMT dipandang sebagai anakronisme kolonial.

Menurut Yusuf al-Qaradawi, seorang ulama Mesir dikenal di seluruh dunia dan menjadi nara sumber acara televisi populer di Inggris, "Syariah dan Kehidupan", Makkah memiliki klaim yang lebih besar untuk menjadi meridian utama. Alasannya, kata dia, karena Makkah berada "dalam keselarasan sempurna dengan magnetik kutub utara."

Hal ini menyatakan bahwa kota suci adalah "nol zona magnet" telah memenangkan dukungan dari beberapa ilmuwan Arab seperti Abdel-Baset al-Sayyid dari Pusat Penelitian Nasional Mesir yang mengatakan bahwa tidak ada gaya magnet di Makkah.

"Itu sebabnya jika seseorang melakukan perjalanan ke Makkah atau tinggal di sana, dia tinggal lebih lama, lebih sehat, dan kurang dipengaruhi oleh gravitasi bumi," katanya. "Anda mendapatkan diri Anda diisi dengan energi."

Ilmuwan Barat telah menentang pernyataan tersebut, dan berargumen bahwa Kutub Utara Magnetik sebenarnya adalah sebuah fakta aktual garis bujur yang melewati Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, dan Antartika.